Data Science
Data is the new oil, AI is the future, and Data Science is how to cultivate them.
Profil Lulusan 1
Junior Data Scientist
Bertanggung jawab untuk mengumpulkan, menelaah, memvalidasi, membersihkan, mengkonstruksi data, dan menentukan labelnya, serta mengembangkan, menerapkan dan mengevaluasi model data/AI, kemudian mengkomunikasikan hasil analisis data kepada pemangku kepentingan.
Junior Data Scientist
Mahasiswa belajar AI secara white box, membedah otak AI, mempelajari cara kerja di dalamnya, membangun dataset untuk melatihnya, dan meningkatkan performanya.
Data Scientist = Dokter Spesialis Otak AI
Profil Lulusan 2
BI Analyst
Bertanggung jawab untuk mengumpulkan, menelaah, memvalidasi, membersihkan, mengkonstruksi, dan mengintegrasikan data, serta mengembangkan dan menerapkan solusi analitika bisnis dan business intelligence, kemudian mengkomunikasikan hasil analisis kepada pemangku kepentingan.
BI Analyst
Mahasiswa mempelajari karakteristik dari berbagai jenis data, teknik-teknik untuk menganalisisnya, mengambil kesimpulan darinya, cara menyajikan hasilnya, serta bagaimana membuat business intelligence.
BI Analyst = Konsultan Bisnis Cerdas
Profil Lulusan 3
Junior Data Engineer
Bertanggung jawab untuk mengembangkan dan memelihara infrastruktur data dengan menggunakan keterampilan teknis dan non-teknis untuk memastikan bahwa infrastruktur data dapat mendukung kebutuhan bisnis dan dapat berkembang seiring dengan kebutuhan bisnis yang berubah.
Junior Data Engineer
Mahasiswa belajar bagaimana merancang, membangun, dan mengelola infrastruktur data dengan teknologi-teknologi big data.
Data Engineer = Kontraktor Data Besar
Apa itu Sains Data?
Sains (science) artinya ilmu. Sehingga, sains data adalah ilmu data, yaitu ilmu untuk mendapatkan, membersihkan, memproses, dan menganalisis data dengan teknik-teknik Matematika, Statistika, Pemrograman, Manajemen Data, dan Kecerdasan Buatan untuk menghasilkan pengetahuan atau keputusan yang berguna bagi perusahaan atau organisasi.
Data adalah minyak baru, AI adalah masa depan, dan Sains Data adalah tentang bagaimana mengolahnya.
Perubahan Zaman
Komoditas paling berharga berganti mengikuti pergantian zaman.
Era Rempah
Era di mana rempah-rempah menjadi komoditas paling mahal dan diperebutkan di dunia.
Era Minyak
Era di mana minyak menjadi komoditas paling dibutuhkan di dunia dan memperkaya penambangnya.
Era Big Data
Era di mana data dengan jumlah besar (big data) melimpah, menjadi bahan pengetahuan dan penunjang keputusan bisnis dan organisasi dengan proses penambangan data (data mining).
Data is Everywhere
Data ada di mana-mana.
Kesehatan
Bisnis
Keuangan
Sosial
Retail
Transportasi
Logistik
Teknologi
Geografi
Linkungan
Pertanian
Peternakan
Perikanan
Pendidikan
Everywhere
Ambil Langkah Sekarang
Bergabunglah dengan kami dalam perjalanan menuju pemahaman data yang lebih baik dan solusi yang lebih cerdas.
Yang Kamu Mau Tahu​
What, Who, Why, Where, When, How?
What is Data Science?
Ilmu Data adalah bidang interdisipliner yang menggunakan statistik, pemrograman, pembelajaran mesin, dan pengetahuan domain untuk mengekstrak wawasan, pola, dan nilai dari data.
Why is Data Science important?
Ilmu data penting karena membantu organisasi membuat keputusan yang lebih baik, memprediksi tren masa depan, mengotomatisasi proses, meningkatkan efisiensi, dan mendapatkan keunggulan kompetitif.
Who uses Data Science?
Ilmu Data digunakan oleh bisnis dan perusahaan, pemerintah, lembaga kesehatan, peneliti dan akademisi, organisasi keuangan, tim pemasaran, mahasiswa dan pendidik. Para profesional kunci meliputi Ilmuwan Data, Analis Data/Bisnis, dan Insinyur Data.
Where is Data Science applied?
Ilmu Data diterapkan di banyak sektor, seperti kesehatan, keuangan, ritel, transportasi, pendidikan, pertanian, dan media sosial.
When is Data Science used?
Ilmu Data digunakan setiap kali data tersedia dan keputusan perlu dibuat, seperti sistem pemantauan waktu nyata, pelaporan bisnis bulanan, peramalan prediktif, analisis perilaku pelanggan, manajemen krisis, dan perencanaan strategis.
How does Data Science work?
Proses Data Science yang umum meliputi pengumpulan data, pembersihan data, analisis data eksplorasi (EDA), rekayasa fitur, pembuatan model, evaluasi model, penerapan, pemantauan, dan peningkatan.
Di mana lulusan Sains Data bekerja?
Mereka dapat bekerja di berbagai macam perusahaan dan di instansi manapun di berbagai bidang: Teknologi, Kesehatan, Keuangan, Sosial, Ekonomi & Bisnis, UMKM, Industri, Pertanian, Peternakan, Perikanan, Pemerintahan, Korporasi, dll. Mengapa demikian? Karena data ada di mana-mana.
Bagaimana jika datanya belum terekam (perusahaan/instansi belum memiliki data)? Peran Data Engineer
Di sinilah seorang Data Engineer berperan sangat penting. Ia bekerja di instansi tersebut untuk membangun infrastruktur data, tempat di mana data akan dikelola. Infrastruktur data bisa on-premise atau on-the-cloud; Data Engineer akan menentukan berdasarkan analisisnya.
Adapun Data Analyst, dalam konteks ini, ia akan berperan membantu menentukan data apa saja yang perlu direkam untuk modal/bahan analisis.
Bagaimana jika datanya sudah terekam (perusahaan/instansi sudah memiliki data)? Peran BI Analyst
Data Engineer berperan mengelola data dan infrastrukturnya yang sudah berjalan dan bisa jadi mengembangkannya jika instansinya menginginkan adanya perbesaran atau perluasan data.
Sedangkan Data Analyst, dalam situasi ini, ia akan memainkan peran utamanya yaitu menganalisis data dan membangun business intelligence.
Lalu, bagaimana peran Data Scientist?
Seorang Data Scientist sangat dibutuhkan apabila instansi membutuhkan otomasi tugas yang menuntut “kecerdasan”. Data Scientist bekerja mengembangkan model kecerdasan buatan (membangun dataset, merancang model data/AI, melatih model AI-nya dengan data) hingga dapat melakukan tugas cerdas manusia secara otomatis.
Lulusan Sains Data akan berkolaborasi dengan lulusan Ilmu Komputer/Informatika dan Teknik Komputer.
Proyek 1: Untuk membuat suatu aplikasi/sistem cerdas, dalam proyeknya, diperlukan Sang Pembuat Otak (Data Scientist) dan Sang Pembuat Badan (Software Developer atau Robot Developer).
Proyek 2: Untuk membuat BI dashboard, instansi/perusahaan bisa saja membeli software PowerBI atau Tableau. Namun, jika instansi menginginkan versi custom sesuai seleranya sendiri dalam bentuk aplikasi mobile atau web, BI Analyst akan merancang bagaimana analisis data dan desain dashboardnya, sedangkan Software Developer membuat aplikasinya.
Proyek 3: Untuk mengkonsumsi data pada suatu aplikasi yang sedang dibuat, Software Developer akan berinteraksi dengan Data Engineer sebagai pengelola infrastriktur data.
Proyek 4: Data Engineer akan berinteraksi (secara langsung maupun tidak) dengan Cloud Engineer atau Server Administrator, di mana Cloud Engineer mengurus infrastruktur cloud server, yaitu platform di mana Data Engineer akan membangun infrastruktur data di atasnya.
Kenapa Program Studi Sains Data dibuka?
Dalam melaksanakan pengembangan dan pengelolaan teknologi digital, tugas biasanya tidak dipikul seorang diri. Ada pembagian peran di sana sesuai keahlian masing-masing. Untuk memperkuat keahlian, dibutuhkan spesifikasi/spesialisasi, fokus, dan pendalaman dalam belajar. Prodi Sains Data sangat fokus pada pendalaman kecerdasan buatan, analisis data, dan pembangunan big data. Mahasiswa Sains Data tidak belajar bagaimana membuat aplikasi mobile, web, dan desktop. Sehingga, lulusan Sains Data diharapkan untuk menjadi Si Ahli Data dan AI.
Kisah Inspiratif
Cerita bagaimana Sains Data mengubah hidup dan bisnis.
Transformasi Bisnis​
Sebuah UMKM menghadapi kesulitan dalam memahami pasar. Setelah memiliki BI Analyst, mereka mampu membuat keputusan strategis yang meningkatkan penjualan hingga 150%.
Perubahan Karir​
Seorang lulusan Sains Data memulai karir sebagai Junior Data Scientist. Dengan keterampilan yang diperoleh, ia berhasil meningkatkan efisiensi perusahaan dan mendapatkan promosi dalam satu tahun.
Bergabunglah Bersama Kami!
Jadilah bagian dari solusi berbasis data dan berkontribusi pada perkembangan industri dan masyarakat.
